Menunjukkan Kesempurnaan
Lintas Generasi
GENERASI KEDUA
Pada tahun 1951, generasi kedua keluarga Go di bawah kepemimpinan Go See Tjeng melakukan modernisasi proses produksi dengan menggantikan metode penyangraian menggunakan tungku kayu yang telah digunakan selama 23 tahun menjadi fasilitas penyangraian kopi yang digerakkan oleh motor listrik berbahan bakar diesel.
GENERASI KETIGA
Memasuki generasi ketiga, berbagai inovasi strategis diterapkan agar Singa Coffee mampu beradaptasi dengan dunia usaha yang semakin kompetitif.
Pada tahun 1995, di bawah kepemimpinan Biantoro Sudargo, fasilitas produksi Singa Coffee dipindahkan ke Gresik, Jawa Timur. Di lokasi baru ini, Singa Coffee mulai memanfaatkan teknologi produksi modern dengan mesin semiotomatis Lilla yang diimpor dari Brasil.
Generasi ketiga juga melakukan pembaruan sistem manajemen perusahaan dengan menerapkan praktik pengelolaan yang lebih modern, profesional, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan.